Pages

Kamis, 01 Oktober 2015

Tiga Pesona Tempat Wisata Garut

Dikelilingi rangkaian gunung berapi aktif jadikan Garut mempunyai kekhasan bentang alam yang susah ditandingi daerah lain terutama sejak HdG Team Trip Planner & Tour Organizer sering menyelenggarakan kegiatan wisatanya di kabupaten Garut. Barokah alam ini serta banyak daerah " perawan " yang belum dikerjakan, jadikan Garut juga sebagai surga untuk pengembangan pariwisata Indonesia.



Tidak cuma itu, prinsip pemerintah daerah yang mulai getol mengerjakan pariwisata di Garut, bikin daerah yang di kenal juga sebagai " Swiss van Java " ini layak dilirik investor baik dari dalam serta luar negeri terutama sehak CV Hotel di Garut melakukan publikasi secara kontinyu dan berkesinambungan di beberapa websitenya yang membahas Tempat Wisata di Garut. Bupati Garut Rudy Gunawan bahkan juga menjanjikan bakal buka tangan lebar-lebar untuk investor yang berkeinginan menginvestasikan dananya untuk meningkatkan potensi pariwisata Garut.

“Kami mengerti benar makna utamanya pariwisata untuk kabupaten Garut. Serta mulai sejak satu tahun lebih paling akhir, pariwisata jadi salah satu bidang prioritas yang bakal kami kembangkan, ” kata Rudy pada acara Dialog Bupati & Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Kabupaten Garut di Kamojang Green Hotel & Resort, Garut, Jawa Barat, beberapa waktu terakhir.

Menurut Rudy, Garut sekurang-kurangnya mempunyai 3 kemampuan juga sebagai daerah mungkin wisata, yaitu keindahan alam, kuliner, serta budaya dan juga Tempat Wisata Adventure di Garut,. Ketiganya memiliki kekhasan semasing serta mempunyai daya jual tinggi.

“Kami juga mempunyai kekhasan berbentuk sumber air panas dari gunung Guntur, salah satu dari 9 gunung yang memagari kabupaten Garut. Kelebihan ini bahkan juga telah di kenal mulai sejak zaman Belanda dahulu, ” tutur dia.

Prinsip pemerintah daerah untuk meningkatkan pariwisata Garut, kata Rudy, diwujudkan dengan menggandeng Jepang, Kuwait, serta Qatar untuk berbarengan mengerjakan potensi tempat wisata di Garut. Walau sekian, dianya masih tetap malas menyebutkan dengan cara detil bentuk kerja sama itu.

“Kami mau ada akhirnya dahulu. Baru sesudah usai, kami bakal ungkapkan, ” tutur dia.

Rudy memberikan, investor-investor asing juga mulai melirik Garut. Bahkan juga sebagian salah satunya telah mengeksekusi niatannya.

“Ada dari Korea Selatan, mereka merencanakan bikin obyek wisata yang melebihi Sampireun, dengan salah satu rencananya yaitu floating marketseperti yang di Lembang, Bandung, ” tutur dia.

Sekarang ini, kata Rudy, prosesnya telah tiba pembebasan tempat. “Itu berbentuk wisata alam yang menggabungkan pada wisata air dengan sarana moderen. Mereka mintanya minimum 100 hektare di daerah Leuwigoong, Garut Utara. Targetnya, 2018 telah usai, ” tutur dia.

Masjid Bawah Air
Tidak cuma itu, kata Rudy, Garut juga akan mempunyai destinasi wisata religi baru yang bakal diresmikan dalam dua th. yang akan datang. Berlokasi di Pangatikan, Garut tengah, destinasi yang diberi nama Kampung Santri itu bakal dilengkapi dengan masjid dibawah air.

“Orang Garut ini kan idenya banyak. Mereka lihat dengan rencana arsitek seperti ini, mungkin saja daya tarik. Ini dibawah air. Jadi bila dipandang dari luar tak ada bangunan, cuma kolam dengan luas seputar 3 hektare. Namun dibawah kolam itu bakal ada bangunan masjid, ” terang dia.

Walau sekian, pengembangan pariwisata Garut bukanlah bermakna tanpa ada masalah. Hal semacam itu juga diamini Rudy Gunawan. “Kendala paling utama untuk pengembangan pariwisata Garut yaitu infrastruktur, terlebih jalan. Jalanannya sempit, hingga punya potensi macet, ” tutur dia.

Mengerti hal semacam ini, kata Rudy, pemerintah daerah sudah memiliki komitmen penuh untuk mengatasinya. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Garut telah berancang-ancang untuk menggelontorkan dana Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur Garut.

“Jalan yang awal mulanya lebarnya 6 mtr., bakal kami lebih jadi 11 mtr.. Terkecuali bakal berikan kenyamanan untuk wisatawan yang ke sini, juga menolong orang-orang seputar, ” tutur dia.

PAD Melonjak
Untuk masalah akomodasi, menurut Rudy, pihaknya juga selalu berbenah. “Ada sebagian hotel bagus yang bakal usai pada 2018, salah satunya punya investor Jepang. Novotel serta Santika juga masuk kesini. Aston bakal lebih lagi, ” tutur dia.

Sekarang ini, ada 21 hotel berbintang di Garut dengan keseluruhan 1. 800 kamar, serta seluruhnya dapat full book waktu libur akhir minggu tiba. Sesaat untuk hari umum, tingkat okupansi seputar 30 %.

“Setiap bulannya, rata-rata ada 200. 000 wisatawan yang bertandang ke garut, serta 1. 000 wisatawan mancanegara (wisman). Dengan beragam pengembangan infrastruktur serta destinasi-destinasi baru, angka ini bakal melonjak tajam dalam 2-3 th. ke depan, ” ucap Rudy penuh yakin diri.

Rudy menyebutkan, beberapa besar wisman datang dari Jepang, Korea Selatan, serta Australia. Maksud mereka umumnya ke Cipanas, Limbangan, serta Papandayan. Spesial untuk Papandayan, wisata gunung berapi dengan daya tarik kawah sisa letusannya ini dapat menarik 40. 000 wisatawan serta 1. 000 pendaki per bulannya.

“Nantinya, destinasi wisata Garut akan jadi tambah lagi, yakni dengan kembalinya kereta api dari Cibatu ke Cikajang. Kemudian kembali, pariwisata garut akan berjaya, ” kata dia.

Walau baru satu tahun lebih paling akhir pemerintah Garut konsentrasi mengerjakan bidang pariwisata, menurut Rudy, akhirnya telah mulai tampak. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak restoran serta hotel naik dari Rp 6 miliar jadi Rp 12 miliar pada 2014, serta saat ini telah meraih Rp 18 miliar, ” kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Kabupaten Garut Mlenik Maumeriadi mengungkap, Garut juga mempunyai beberapa agenda tahunan yang dapat jadi arena untuk menarik wisatawan, seperti Garut Intan Karnaval serta Kawin Cai. Garut Intan Karnaval seperti parade Jember Fashion Carnaval, yang tunjukkan kombinasi budaya serta kreativitas warga Garut.

" Sesaat Kawin Cai adalah ritual penyatuan air dari 9 komune kampung kebiasaan juga sebagai lambang bersilahturahmi serta bentuk kearifan lokal yang terus dipertahankan warga Garut, ” terang Mlenik.

Garut, lanjut Mlenik, juga jadi surga untuk pengagum kuliner serta product kerajinan tangan. “Kalau menyebutkan sentra Jaket Kulit serta Akar Wangi, Garut pasti ada di urutan pertama. Serta kebanyakan orang pasti telah tak asing lagi dengan dodol Garut maupun Chocodot, ” papar dia.

Dengan semua keistimewaannya, kata Mlenik, Garut seperti suatu paket wisata komplit yang dapat jadi magnet untuk wisatawan. “Mulai dari keindahan alamnya yang khas, keragaman budayanya, sampai kuliner-kulinernya yang telah populer seantero nusantara. Garut seperti intan kasar di industri pariwisata Indonesia, serta saat ini waktunya untuk kita untuk memolesnya, ” kata Mlenik.

0 komentar:

Posting Komentar