Pages

Rabu, 07 Oktober 2015

Pengalaman Wisata Backpacker ke Garut

Indonesia adalah Negara kepulauan, dengan bermacam bukit serta gunung-gunung yang indah. Gunung Guntur terdapat di Garut, Jawa Barat. Dengan ketinggian 2249mdpl. Pesonanya sungguh menarik hati. Susah terasa melupakan peluang untuk pergi nikmati pesona alam yang satu ini. Saya memiliki mimpi untuk berkeliling dunia, benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika, serta Australia. Serta mudah-mudahan mimpi saya ini nantinya bakal terwujud satu untuk satu.


Suatu perjanjian sudah terwujud saat serta maksud sudah didiskusikan. Sesudah ditarik rangkuman gunung Guntur juga sebagai tujuan kami pada tanggal 21-23 Agustus 2015. Kebetulan saya bertempat di serpong. Jadi perjalanan kita dari mulai serpong. Start from BSD serpong, kami naik bus agramas sampai Pasar Rebo dengan estimasi cost Rp. 15rb. Kami sejumlah tiga orang dari serpong serta dua orang yang lain lagi bersua di Pasar Rebo.

Seluruhnya personil sudah komplit, jumlah kami berlima, empat salah satunya pria serta satunya lagi wanita. style kenakan pakaian kami telah disetting seperti beberapa backpacker Garut biasanya jadi orang-orang seputar, penjual buah, pejalan kaki, sopir taxi, serta sopir bus telah bisa meyakinkan bahwa kami bakal menjelajah ke satu daerah yang meiliki keindahan alam. Ya begitulah image beberapa backpacker. Tetapi, ada yang aneh. Baju dari salah satu personil kami tak sama dengan beberapa pendaki biasanya. Dia menggunakan rok celana yang berkantong samping, memakai jilbab, serta membawa daypack yang beratnya lumayan. Bila dipandang dari postur badannya yang kecil, saya sangsi apabila dia bisa mendaki sampai puncak 2249mdpl. Dari pasar rebo kami naik bus lagi dengan maksud garut dengan cost Rp. 50rb. Perjalanan mengonsumsi saat seputar 4-5 jam. Lantaran kami pergi seputar jam 21. 00 WIB, jadi kami tiba di Garut seputar jam 02. 00 WIB. Pemberhentian kita di SPBU Tanjung sekalian istirahat, sarana : musholla serta toilet. Suhu di SPBU telah mulai tunjukkan bahwa kami ada di dataran tinggi bawah bukit.

Ba’da subuh kami meneruskan perjalanan memakai mobil pick up dengan cost Rp. 10rb per orang. Sesampainya di base camp, kami sarapan dengan nasi kuning, sungguh enaknya. Dilanjutkan dengan mengecek seluruhnya keperluan bahan makanan serta perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendaki. Pas jam 07. 00 WIB kami mengawali perjalanan dengan diawali do’a supaya kami selamat dalam perjalanan serta begitupun selamat untuk kembali serta mudah-mudahan kami harap untuk meraih puncak Guntur bisa terwujud hingga dengan nikmati keindahan ciptaan Sang Pencipta jadi makin besar juga rasa sukur kami pada Sang Khalik.

Perjalanan melalui pos registrasi awal terkena iuran Rp. 5 rb per orang. Jalan yang dilalui lumayan offroad berbatu serta berpasir, banyak mobil-mobil truck pengangkut pasir yang masi aktif di pertambangan pasir gunung. 1 jam melalui jalanan bebatuan, kami hingga pada pos 1 di sana ada sungai, pedagang minuman, toilet seadanya, serta musholla. Selang beberapa saat kami juga meneruskan perjalanan melalui rimba belantara, jalur pendakian mulai merasa lantaran terkecuali mendaki bebatuan besar juga jadi salah satu penghalang.

Dari pos 3 kami istirahat sesaat, makan roti, biskuit, susu, serta madu. Sarana di pos 3 yakni sungai juga sebagai sumber air, basecamp penggemar alam serta mereka jual souvenir-souvenir gunung Guntur seperti gantungan kunci, pin, stiker serta ada banyak lagi. Di pos 3 ini sumber air paling akhir kami saat sebelum pergi sampai puncak jadi kami memperkirakan jumlah air yang bakal kami pakai sepanjang menginap di puncak. Seputar jam 13. 00 WIB, kami meneruskan perjalanan yang lumayan panjang serta melelahkan. Kemiringan bukit seputar 50 derajat, dengan jalur kerikil serta rerumputan. Kami pilih jalur rerumputan lantaran lebih gampang menginjakkan kaki untuk mendaki di banding jalur kerikil.

Nafas kami telah nyaris pada batasnya. Kandungan oksigen juga makin alami penurunan bersamaan berkurangnya desakan yang ada di pegunungan. Si wanita satu ini masih tetap bergelut dengan rok serta daypack nya telah sangatlah kelelahan. Seolah-olah langkah kakinya ditarik oleh satu ton besi ke bawah bukit sampai tidak dapat menarik langkahnya untuk selalu naik. Kebetulan dari kami berlima saya serta si wanita ini memakai daypack serta tiga orang yang lain memakai tas carrier. Saya membulatkan tekad untuk menolong wanita ini, tetapi hasratnya yang kuat untuk merampungkan tantangan dengan mendaki puncak dengan kemampuan sendiri masih tetap besar. Nyaris 1 jam kami bergelut dalam pendakian ini. Tetapi, apa ingin dikata tenaga wanita memanglah tidak seperti tenaga pria. Jadi dengan berat hati dia melepas tas nya serta saya juga membawa 2 tas sekalian dengan maksud supaya kami hingga puncak lebih cepat.

Langkah untuk langkah kami gerakkan dengan satu maksud yakni puncak. Si wanita masih tetap mendaki dengan sisa-sisa tenaganya. Sesudah bertemusah payah kami pada akhirnya hingga juga di puncak 1 seputar jam 16. 00 WIB kami menjama’ sholat dzuhur serta ashar sekalian istirahat memasak indomie serta bahan makanan yang lain, persiapan untuk menuju puncak 2.

Jalur menuju puncak 1 ke puncak 2 sama jauh dengan jalur pada awal mulanya jalan yang curam kerikil jadi tantangan setelah itu. Bekas tenaga kami pakai untuk meraih puncak 2. Syukurlah pada awal mulanya kami isi daya di puncak 1. Maksud kami ngecamp di puncak 2 lantaran panorama di sana lebih indah. 10 langkah paling akhir saat sebelum kami meraih puncak seolah jadi langakah yang sangatlah berat. Masi merasa dikaki saya seolah-olah ada besi yang menancap dikaki saya sampai tembus di tanah. Serta pada akhirnya sesudah lihat himpunan backpacker yang lain yang sudah usai bangun tendanya serta lihat himpunan awan yang menutupi permukaan bumi yang mengisyaratkan kami sudah ada di atas puncak, jadi terbayarlah seluruhnya perjuangan serta jeripayah kami sampai kini. Serta terkabullah do’a yang kami panjatkan untuk hingga ke puncak ini. Rasa sukur ini telah tak dapat lagi disibakkan dengan kalimat,

0 komentar:

Posting Komentar