Pages

Senin, 05 Oktober 2015

Jalur Pendakian Kawah Gunung Papandayan

Tempat wisata di Garut yang paling populer dan cukup indah pemandangannya dan menjadi favorit sebagai destinasi paling terkenal dan banyak pilihan suasana yang berbeda di satu lokasi rekreasi adalah Kawah Gunung Papandayan Garut.

Gunung Papandayan ada di lokasi Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat. Gunung yang mempunyai ketinggian 2. 265 mtr. diatas permukaan laut itu mempunyai pesona yang sangatlah indah serta mengagumkan. Keindahan alam serta keramahan pemandu wisata gunung Papandayan mempunyai daya tarik luar umum untuk beberapa wisatawan lokal ataupun wisatawan asing yang bertandang ke taman wisata alam gunung Papandayan.





Pada bln. Maret 2015 lantas, BBKSDA Propinsi Jawa Barat pernah tutup kegiatan pendakian gunung Papandayan dengan argumen pemulihan ekosistem rimba serta hindari terjadinya hal jelek yang menerpa pendaki gunung Papandayan disebabkan cuara ekstrim di Kabupaten Garut akhir-akhir ini. Tetapi awal April 2015 BBKSDA kembali buka taman wisata alam gunung Papandayan untuk pendaki serta wisatawan yang akan bertandang kesana.

Begitupun di Bulan September setelah terjadi kebakaran di area Gunung Papandayan tempat ini ditutup untuk pendakian dan pekemahan. Apakah anda masih bisa jalan-jalan dan berkemah disana? dengan pendampingan dari pemandu wisata paling berpengalaman di Garut yang memberikan data update di lapangan sebetulnya kalau hanya untuk one day trip ke Gunung Papandayan masih bisa, begitupun jika anda ingin berkemah di Camp David atau di Nengklak.

Akan tetapi tidak diperbolehkan berkemah dan menginap di area atas untuk memberikan kesempatan kepada alam agar cukup waktu  memperbaiki dirinya sendiri dan ekosistem di sekitarnya.





Jalur Pendakian Gunung Papandayan
Petualangan menuju taman wisata alam gunung Papandayan bakal kita dari mulai terminal Guntur Kabupaten Garut. Pendaki gunung atau wisatawan dari luar Garut yang memakai layanan kendaraan umum berbentuk bis Karunia Bhakti, Sempurna Layanan, Wanaraja atau Budiman, setiba di terminal Guntur mesti jalan kaki sedikit untuk masuk terminal angkutan kota (angkot) serta elf. Dari terminal Guntur anda dapat memakai angkot jurusan Garut-Cikajang, elf jurusan Bandung-Garut-Cikajang, elf jurusan Garut-Singajaya, elf jurusan Garut-Bungbulang, elf jurusan Garut-Cihurip atau elf jurusan Garut-Pameungpeuk serta minta berhenti di Alun-alun Cisurupan. Perjalanan dari terminal Guntur ke Alun-alun Cisurupan lebih kurang 1 jam dengan tarif Rp. 10. 000, - per orang. Bila rombongan ada minimum 10 orang dapat booking angkot jurusan Cikajang segera ke tempat parkir gunung Papandayan. Ongkosnya dapat ditawar Rp. 25. 000 atau Rp. 20. 000 per orang.

Di belakang Alun-alun Cisurupan ada suatu masjid Agung Kecamatan Cisurupan. Di seputar situ juga ada pasar tradisional serta mini market, bila ada logistik yang kurang atau ketinggalan dapat membelinya disana. Dari Alun-alun Cisurupan ke tempat parkir gunung Papandayan masih tetap cukup jauh, bila jalan kaki lumayan lama dapat mengonsumsi saat 2 sampai 3 jam. Namun bila memakai layanan ojek atau colt buntung dapat hingga di ruang umum lokasi gunung Papandayan kurun waktu 30 menit. Biaya ojek dari alun-alun ke ruang umum atau lega parkir gunung Papandayan berdasar pada pengalaman saya th. 2014 yakni Rp. 20. 000. saat ini diprediksikan Rp. 30. 000 optimal Rp. 40. 000 per orang. Berlaku tawar menawar untuk menyetujui tarif ojek itu. Sedang colt buntung tarifnya dihitung sewa kontrak per rit, paling akhir saya memakai layanan colt buntung tarifnya Rp. 150. 000. Bila saat ini pasti telah naik, namun masih tetap lebih murah dibanding dengan biaya ojek.

Untuk pengunjung yang membawa kendaraan sendiri, baik kendaraan bermotor ataupun mobil pribadi dapat segera menuju tempat parkir taman wisata alam Gunung Papandayan. Sebagian mtr. saat sebelum masuk ruang parkir gunung Papandayan anda harus melapor di pos pendaftaran sembari membayar cost tarif masuk serta parkir kendaraan. Menurut info, ke depan gagasannya ruang umum gunung Papandayan bakal dipindahkan, sedang tempat yang saat ini jadikan tempat parkir itu bakal jadi tempat persinggahan sesaat pendaki gunung Papandayan yang bakal camping di Pondok Salada.
Areal Umum Gunung Papandayan

Dari areal parkir ini perjalanan kaki diawali, jalur pendakian gunung Papandayan tak termasuk berat. Seputar 30 menit pertama anda bakal melalui kawah gunung Papandayan yang demikian indah, tetapi baunya cukup menyengat. Anda dapat memakai mitela atau slayer untuk menutupi hidung supaya terlepas dari gas beracun. Walau jalur pendakian gunung Papandayan tampak terang serta terbuka, tetapi di selama kawah ini anda mesti terus siaga. Hati-hati jangan sempat lengah, di samping kiri jalan jurangnya lumayan curam. Sedang di samping kanan jalur pendakian ada tebing yang cukup tinggi. Kawah di gunung Papandayan Kabupaten Garut ini kerap dikunjungi oleh rombongan keluarga serta wisatawan asing. Tempat ini sangatlah bagus untuk mengabadikan peristiwa berbarengan keluarga serta beberapa orang paling dekat. Pertama bertandang ke gunung Papandayan seputar th. 2000, waktu itu saya masih tetap duduk di bangku SMA.
Kawah gunung Papandayan

Kawah Papandayan
Sesudah melalui kawah gunung Papandayan, jalur pendakian gunung Papandayan setelah itu yaitu dataran, jalannya juga cukup lebar serta terang. Banyak masyarakat setempat yang membawa motor melewati jalur ini. Habis jalur datar, anda bakal melalui pudunan hingga temukan sungai kecil. Baru kemudian jalur pendakian gunung Papandayan kembali nanjak serta masuk rimba cantigi yg tidak terlampau lebat.
Jalur pendakian gunung Papandayan

Jalur pendakian gunung Papandayan
Sebagian waktu melalui rimba cantigi, anda bakal menjumpai jalan batu cukup lebar. Menurut info saat sebelum gunung Papandayan meletus, jalan itu dapat dilewati kendaraan roda empat yang menghubungkan gunung Papandayan Garut dengan Pangalengan. Habis jalan batu ada lokasi yang datar serta cukup luas. Di tempat itu berdiri bangunan kecil juga sebagai Pos II di gunung Papandayan, di pos itu pengunjung bakal didata lagi. Petugas bakal bertanya apakah anda membawa golok atau tak, bila anda membawa golok mereka bakal meminta anda menitipkannya disana. Maksudnya supaya pengunjung yang datang ke Pondok Salada tak menebang pohon atau dahan cantigi untuk jadikan kayu bakar hingga alam gunung Papandayan terus lestari.

0 komentar:

Posting Komentar