Pages

Rabu, 06 Mei 2015

Tips Arung Jeram Bagi Pemula

Arung Jeram di Garut semakin populer sejak HDG Team Trip Planner dan Tour Organizer sebagai satu-satunya operator yang mempunyai provider paling lengkap dan berpengalaman di Garut mempublikasikan berbagai kegiatannya dalam meramaikan khazanah wisata Garut.  Salah satunya dengan menyampaikan Tips Arung Jeram Bagi Pemula sehingga yang pertama kali mencoba mengarungi sungai dan jeram dengan perahu rafting bisa mengetahui persiapan apa saja yang harus dilakukan menjelang pelaksanaan olahraga pemacu adrenalin ini.

Sosialisasi dan publikasi yang dipublish di beberapa website HDG Team yang berpusat di CV Hotel di Garut dengan blog www.hoteldigarut.net membuat kota Garut menjadi destinasi wisata paling diminati di Jawa Barat saat ini.




Paket Arung Jeram Sungai Cimanuk Garut yang pada awalnya tidak begitu dikenal karena kurangnya penyampaian informasi detail, saat ini mulai menggeliat dan meningkat pemesanannya. Ini membuat Wisata Rafting Garut menjadi alternatif lokasi bagi para pecinta Arung Jeram di Indonesia maupun para pemula yang ingin mencoba serunya olahraga Arung Jeram.

Banyak wisatawan yang malas melakukan arung jeram atau rafting dikarenakan tidak bisa berenang ataupun merasa tidak mahir berenang. Padahal, tidak bisa berenang pun tidak masalah, Anda bisa tetap ikut merasakan betapa serunya rafting.

Namun risiko saat berarung jeram tentu ada. Apalagi arung jeram merupakan sebuah olahraga yang menantang dan memicu adrenalin. Arungjeramdigarut.com sempat mewawancarai Wex Garut salah satu pentolan olahraga Rafting di Garut, operator arung jeram di Sungai Cimanuk dan Sungai Cikandang Garut Jawa Barat.






Kesehatan dan Kondisi tubuh. Sebaiknya peserta arung jeram dalam kondisi berbadan sehat. Tidak masalah jika Anda tidak bisa berenang, namun sebaiknya utarakan kepada pemandu bahwa Anda tidak bisa berenang. Untuk usia peserta, kebijakan setiap operator berbeda-beda karena tergantung kondisi sungai dan tingkat kesulitan pengarungan. Di Arus Liar, anak-anak mulai dari usia 6 tahun bisa menjadi peserta arung jeram.

Saat musim hujan seperti saat ini, olahraga arung jeram memang asyik mengingat air sungai pasti sedang deras-derasnya. Agar aman dan sukses menaklukkan jeram, coba ikuti beberapa tips ini.

Prosedur standar keamanan memang sudah menjadi hal wajib bagi para penggiat usaha wisata dan olahraga arung jeram. Namun bukan berarti wisatawan bisa berpegangan pada hal tersebut sepenuhnya. Banyak hal lain yang juga wajib menjadi perhatian Anda sebelum berarung jeram.







Pada dasarnya, arung jeram memang olahraga yang menyenangkan. Wisatawan bisa menguji adrenalin dalam mengalahkan jeram-jeram sungai sambil menikmati pemandangan yang ada. Demi kelancaran berarung jeram, berikut beberapa Tips dari Arung Jeram di Garut :

1. Tentukan destinasi start dari Sungai Cimanuk atau Sungai Cikandang

Ingat, tidak semua sungai bisa dijadikan lokasi arung jeram. Ada sungai yang memiliki grade atau tingkat jeram yang mudah, sulit, bahkan ada yang sangat berbahaya untuk rafter profesional sekalipun. Ukur juga kemampuan dan pengalaman Anda. Jika Anda masih pemula silakan pilih sungai yang memiliki grade rendah 
atau medium.

Untuk Anda yang mau arung jeram dengan grade 1-2 coba datang ke Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah. Untuk grade 2-3 ada di Sungai Progo Atas dan Sungai Serayu yang sama-sama berada di Jawa Tengah. Ada juga sungai yang tidak jauh dengan Jakarta, yaitu Sungai Citarik, Citarum, dan Citatih di Jawa Barat. Untuk Anda yang sudah profesional, coba juga Sungai Progo Bawah di Jawa Tengah. Untuk di kota Garut bagi para pemula bisa mencoba Sungai Cimanuk dengan beberapa alternatif start dan finish yang disarankan HDG Team, sedangkan untuk expert / profesional bisa mencoba yang lebih menantang dengan mengarungi Sungai Cikandang yang bermuara di Pantai Garut Selatan.

2. Perhatikan Cuaca

Jika Anda ingin berarung jeram pilihlah cuaca yang pas. Musim hujan ataupun kemarau sebenarnya bisa saja. Tinggal kita lihat karakteristik sungainya. Ada sungai yang ketika musim penghujan dia bisa mencapai grade 3 atau medium, bahkan bisa hingga melonjak menjadi grade 5.

Ada juga sungai yang ketika musim penghujan masih stabil di level 2-3, jadi masih tetap aman. Namun ada pula yang ketika musim kemarau sungainya jadi kering atau alirannya sangat kecil sehingga tidak bisa dilalui.

3. Carilah informasi dari sumber yang terpercaya

Jika Anda akan melakukan pengarungan, silakan menghubungi operator di sungai tersebut untuk mencari informasi tentang karakteristik sungai. Langkah ini bisa juga untuk penyesuaian jadwal pengarungan. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang aktif di organisasi pecinta alam atau penggiat alam bebas.

Minimal untuk memeberitahu kepada operator yang lebih berpengalaman dan tahu kondisi medan. Agar Anda juga bisa mendapatkan informasi teraktual tentang kondisi sungai saat ini. Jika ingin berwisata ke Garut seperti yang kita ketahui satu-satunya Pemandu Wisata paling berpengalaman dan terpercaya adalah HDG Team Trip Planner dan Tour Organizer.

4. Patuhi peraturan dari pemandu

Sebelum melakukan pengarungan, pemandu pasti akan memberikan safety talk ataupun briefing kepada setiap calon rafter. Mereka akan menjelaskan tentang alat-alat yang akan digunakan untuk pengarungan dan bagimana menggunakannya. Selain itu, ada juga larangan-larangan yang bisa menyebabkan kecelakaan saat pengarungan. Ikuti perintah pemandu dan jangan ngeyel.

Kadang operator juga berhak menghentikan atau memindahkan jalur pengarungan karena memperhitungkan kondisi alam yang tidak memungkinkan. Jangan bersikeras untuk tetap memilih jalur yang sudah direncanakan dengan berdalih 'tantangan' atau 'kami bukan penakut'. Ini bukan masalah siapa yang takut, tapi masalah keselamatan pemandu yang memegang tanggung jawabnya.

5. Jangan takut secara berlebihan

Rasa takut ketika sedang berarung jeram kadang malah bisa menjadikan pemicu terjadinya kecelakaan. Semisal karena saking takutnya, ketika pemandu menginstruksikan untuk mendayung, Anda justru menhentikan dayungan dan malah berpegangan tali pada perahu.

Akibatnya perahu tidak memiliki tambahan daya dorong dan ketika terkena jeram yang besar bisa mengakibatkan perahu terbalik atau tersangkut di batu. Percayakan pada pemandu akan keselamatan Anda dengan mematuhi aba-aba darinya.

6. Jangan merasa paling berpengalaman

Hal ini biasa terjadi pada sekelompok rombongan. Apalagi jika dalam satu perahu ada satu orang yang pernah melakukan pengarungan. Kadang dia malah memberi instruksi yang berlawanan dengan pemandu. Akibatnya sekenario untuk melewati jeram yang sudah direncanakan oleh pemandu bisa gagal dan bahkan bisa mengakibatkan hal yang fatal.

Sebagai catatan ketika Anda sudah berada di perahu, hanya ada satu komando yang harus dipatuhi, yaitu dari pemandu atau river guide. Mereka sudah dilatih dan berpengalaman untuk mengatur dan membuat sekenario melintasi jeram supaya tetap aman dan menyenangkan.

7. Berdoa sebelum pengarungan

Keberuntungan memang melebihi segalanya. Setelah semua prosedur keselamatan sudah kita jalankan dan teknik yang dilakukan sudah benar, terkadang kita masih menemui masalah dalam pengarungan. Maka supaya keberuntungan itu selalu berpihak kepada Anda alangkah baikanya sebelum pengarungan dimulai berdoalah kepada Tuhan. Sebab tanpa restu dari-Nya, usaha Anda menaklukkan jeram akan sia-sia.

Nah, sebelum melakukan pengarungan, ingat-ingat 7 tips tadi. Tetap berhati-hati dan selamat berarung jeram! Untuk yang berminat mencoba Rafting di Garut bisa langsung menghubungi HDG Team di website www.hoteldigarut.net atau www.hdgteam.com atau langsung mengirimkan email ke arungjeramdigarut@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar